Sabtu, 08 November 2008

Laporan Proses Kongres Pemuda Kaltim 2008


HARI I, Senin, 27 Oktober 2008

Hari pertama Kongres Pemuda Kaltim “Resolusi untuk Bangsa” ditandai dengan pembukaan acara pada pukul 09.00-10.00. Secara resmi, Pj Gubernur Kalimantan timur,Tarmizi A. Karim, membuka acara dengan melepaskan burung merpati sebagai simbol dari semangat generasi muda yang memiliki semangat dan visi kedepan dalam membangun dan memajukan bangsa dan Negara. Dalam sambutannya, Pj Gubernur Kaltim mengingatkan dan “membakar” semangat dan tanggung jawab generasi muda selaku anak bangsa dalam mengembang tanggung jawab sejarah masa depan bangsa Indonesia. Tanggung jawab tersebut hanya dapat dilaksanakan jika generasi muda khususnya genarasi muda Kalimantan Timur memiliki “ Logos, Pathos dan Ethos”. Tiga hal tersebut adalah modal dasar atau social capital dalam mengembangkan dan mengaktualkan potensi serta mencari terobosan dalam menjawab kompleksitas persoalan bangsa.

Sebelumnya, ketua Panitia Kongres Pemuda Kaltim, Fitriah Alaydrus, melaporkan bahwa pelasaksanaan kongres berlangsung selama 2 (dua) hari dari tanggal 27-28 Oktober 2008 bertempat di Sekolah Polisi Negara (SPN) Bumi Turangga, Balikpapan. Peserta kongres berasal dari berbagai elemen bangsa yang terdapat di Kalimantan Timur, mulai dari pelajar, Organisasi kemahasiswaan/kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, jurnalis, PNS, Polisi, dan berbagai organisasi profesi. Sedangkan utusan dari kab/kota di Kaltim berasal dari Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Bontang, Kutai Timur, Berau, dan Kutai Barat. Ketua Panitia juga melaporkan bahwa pelaksanaan Kongres mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, seperti Gubernur Kaltim, Kapolda Kaltim, Ketua DPRD Balikpapan, Kepala SPN Balikpapan, serta beberapa tokoh-tokoh masyarakat.

Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan Orientasi Kongres yang difasilitasi oleh Dewan Pengarah. Dalam orientasi ini, dipaparkan tentang latar belakang pelaksanaan kegiatan, tujuan, dan hasil yang diharapkan selama pelaksanaan kongres. Kegiatan orientasi dilaksanakan di auditorium/ruang pertemuan utama SPN. Tahapan berikutnya adalah pembagian komisi yang terdiri atas 6 (enam) komisi yakni komisi cinta, komisi adil, komisi etis, komisi baik hati, komisi rendah hati dan komisi professional. Masing- masing komisi terdiri atas 10 orang peserta dan didampingi oleh 2 orang fasilitator. Sebelum rapat komisi dilaksanakan, fasilitator menjelaskan metodologi yang digunakan. Metodologi tersebut menggunakan metode scenario building, dengan titik berat pada 2 (dua) aspek yakni, penggalian keinginan peserta dan bagaimana/apa langkah yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian keinginan tersebut. Rapat komisi sendiri dimulai pada pukul 13.00 - pukul17.00 Wita.

Pada pukul 20.00 Wita, setelah istirahat dan makan malam, peserta berkumpul di pendopo SPN dalam rangka pagelaran pentas seni. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyegarkan pikiran peserta termasuk panitia. Acara tersebut diisi dengan pembacaan puisi, monolog, lawak, yang diorganisir oleh perkumpulan pekerja seni independent Balikpapan dan berlangsung sampai pukul 22.00. 

Pada pukul 22.15 Wita, kegiatan kongres dilanjutkan dengan sidang Pleno yang difasilitasi oleh dewan pengarah (Nur Ihsan Sahbudin). Rapat pleno ini dimaksudkan untuk mempertemukan berbagai gagasan dan keinginan peserta, sehingga menghasilkan pokok-pokok pikiran atau rumusan bersama yang akan menjadi ikrar bersama pemuda Kaltim 2008. Pelaksanaan sidang pleno berlangsung sampai pukul 24.00. Pada pukul 24.15, dilaksanakan pemutaran film “Naga Bonar jadi 2”. Pemutaran film ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme secara visual kepada para peserta.


Hari II, 28 Oktober 2008

Pagi hari, sekitar pukul 08.00, peserta kongres pemuda Kaltim 2008, bergerak menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Agung Balikpapan dalam rangka melaksanakan upacara peringatan Sumpah Pemuda. Pemilihan TMP sebagai tempat upacara dimaksudkan agar para peserta dapat menumbuhkan kesadaran sejarah bahwa para pahlawan tersebut telah berjuang demi bangsa dan Negara. Oleh karena itu, sebagai generasi muda, pelanjut tongkat estafet harus mampu berbuat yang konstruktif dalam memajukan bangsa.

Pada upacara tersebut, juga diikrarkan janji generasi muda Indonesia; pertama, Kami Generasi Muda Indonesia Berjanji Menjaga Keutuhan Bangsa Indonesia. Kedua, Kami Generasi Muda Indonesia Berbakti Sepenuh Hati kepada Bangsa Indonesia. Ketiga, Kami Generasi Muda Indonesia dengan Segenap Jiwa Mempertahankan Martabat Bangsa Indonesia.

Dalam Orasinya, Nur Ihsan S, selaku Pembina upacara, mengatakan bahwa peringatan Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di TMP merupakan symbol dari ikatan sejarah sekaligus penyambung tali generasi dan spirit perjuangan dari generasi lalu dengan generasi masa kini. Bahwa, tanggung jawab perjuangan bukan hanya milik pada mereka yang hidup di masa lalu, akan tetapi generasi muda sekarang juga memiliki tanggung jawab yang tidak kalah berat.  

Setelah upacara. Para peserta selanjutnya melakukan tabur bunga di makam para pahlawan bangsa sebagai simbol dari penghormatan terhadap jasa-jasa dan pengorbanan yang telah dilakukan demi tegaknya panji-panji kemerdekaan.

Pada pukul 10.30 Wita, para peserta kembali ke SPN, guna mengikuti seminar kebangsaan. Seminar ini menghadirkan berbagai narasumber diantaranya, Kristanto (Pemred Sinar Harapan), Ivan Haris (GM News Current Affairs ANTV, Benny Joewono (Redaktur Pelaksana Kompas TV), Cyrilus Kerong (Bisnis Indonesia), Amanda Putri Widarmono (Putri Pendidikan Indonesia) dan pembicara local, Sofyan (mantan pesiden mahasiswa se-Kaltim). Sementara moderator seminar oleh AM Putut Prabantoro, ketua pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa)- Jaringan Wartawan Lintas Media Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, para narasmber berbicara dengan berbagai perspketif tentang nasionalisme, peran kesejarahan pemuda dalam memajukan bangsa dan Negara. Bahwa pemuda merupakan insan bersejarah, yang tentunya menciptakan sejarah. Bahwa kaum muda harus selalu menjadi bagian dalam setiap perubahan yang terjadi. Bahwa, kaum muda harus bangkit, dengan menanggalkan karakter-karakter negative dan destruktif serta menggantinya dengan pikiran positif-konstruktif, Oleh karena itu generasi muda harus mempu dan senantiasa melakukan terobosan serta kreasi progresif, agar kaum muda menjadi tulang punggung bangsa dan Negara.

Seminar Kebangsaan berlangsung sampai pukul 15.00 dan ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri sebagai simbol, apresiasi, komitmen dan semangat baru generasi muda Kaltim dalam memangku tanggung jawab kesejarahan. 

Pukul 16.00 Wita, seluruh rangkaian Pelaksanaan Kongres Pemuda Kaltim 2008 ditutup secara resmi oleh Walikota Balikpapan, Imdaad Hamid, SE, atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, Walikota Balikpapan, memberikan apresiasi kepada penggagas Kongres. Beliau juga mengatakan Kongres Pemuda Kaltim merupakan tonggak sejarah bagi lahirnya generasi baru bangsa. Tak lupa beliau mengingatkan agar kaum muda Kaltim agar tetap memegang amanah dengan baik dan melaksanakan seluruh aktifitas dengan pola pikir yang konstruktif dan inovatif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan Anda

Bidvertiser